RASA SANDYA BAGIAN 3 : SETITIK ASA DI UJUNG RUANG HEMODIALISA
Ruangan ini riuh dengan suara alarm, pertama kali masuk, aku terkejut melihat darah yang disaring melalui sebuah mesin dialisis. Orang-orang terbaring pada sebuah bed , mereka terlihat pucat, ada yang terlihat murung, ada yang berusaha membangkitkan semangat, dan beberapa lemas tertidur bersama infusnya. Akan tetapi, ketahuilah bahwa ketulusan tercermin sangat jelas di ruangan itu. Kata orang, kalau lagi kufur masuklah ke rumah sakit, disanalah ladang syukur. Ungkapan ini bukan sebuah ungkapan untuk memarginalkan mereka, seolah-olah mereka tak pernah dapat rahman dan rahim dari sang kuasa, justru mereka adalah representasi kekuatan, ketulusan, dan kehebatan. Mereka adalah simbol kekuasaan Tuhan. Aku menggandeng lengan ayahku, ayahku adalah salah satu bagian dari simbol kekuatan itu, sebuah perjalanan hebat untuk bangkit dari rasa sakit. Awalnya, aku mengutuki keadaan ini, kenapa harus begini, sesalku setiap waktu, dan kenapa harus ayahku?, protesku pada tuhan. Di sudut ruangan, k...